PRODUK ASURANSI SYARIAH
ASURANSI SYARIAH KECELAKAAN DIRI

Asuransi Syariah Kecelakaan Diri adalah produk asuransi yang ditujukan untuk memberi perlindungan karyawan dari risiko kecelakaan baik selama bekerja maupun saat sedang tidak bekerja 

 

MANFAAT ASURANSI 


Asuransi Syariah Kecelakaan Diri merupakan produk asuransi untuk memberikan proteksi kepada peserta asuransi terhadap risiko-risiko kecelakaan yaitu kejadian yang terjadi secara tiba-tiba, tidak direncanakan sebelumnya, bersifat kekerasan dan terjadi dari luar diri peserta yang menimbulkan cidera yang sifat dan bentuknya dapat ditentukan dengan ilmu kedokteran yang mengakibatkan peserta meninggal dunia, mengalami cacat tetap dan atau memerlukan pengobatan atau perawatan medis.

 

KONTRIBUSI ASURANSI 

KETENTUAN TEKNIS


Akad Asuransi Syariah 

Program Asuransi ini dilaksanakan berlandaskan pada prinsip-prinsip syariah, dengan mengimplementasikan akad-akad asuransi syariah sesuai dengan fatwa Dewan Syariah Nasional MUI dan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Berikut ini adalah akad asuransi yang dipergunakan :

  1. Akad Tabarru adalah akad diantara peserta asuransi yang berisi kesediaan untuk menghibahkan sejumlah dana (dana tabarru) sebagai dana tolong menolong apabila diantara peserta mengalami musibah yang dijamin oleh polis asuransi.
  2. Akad Wakalah bil Ujrah yaitu akad tijarah dimana peserta menguasakan pengelolaan asuransi kepada perusahaan asuransi syariah dengan memberikan imbalan (ujrah) kepada perusahaan atas jasanya melakukan pengelolaan asuransi tersebut.
  3. Akad Mudhorobah yaitu akad yang digunakan dalam pengelolaan investasi dana tabarru.

Periode Asuransi

Periode asuransi atas  produk ini adalah 12 bulan, namun demikian untuk keperluan tertentu dapat ditetapkan lebih pendek atau panjang.

KLAIM ASURANSI


Pelaporan Klaim

Bila terjadi suatu risiko yang menyebabkan klaim peserta  sesegera mungkin memberikan laporan kepada pengelola secara tertulis dalam waktu 3 hari dan selanjutnya dalam waktu 7 hari menyapaikan tuntutan ganti rugi memuat besarnya kerugian yang diderita.

Dokumen Klaim

Beberapa dokumen pendukung yang diperlukan untuk pengajuan klaim dimaksud antara lain sbb : 

  1. Formulir laporan pengajuan klaim berikut kronologis kecelakaan yang terjadi.
  2. Polis asli atau fotocopy
  3. Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Dalam Hal Peserta meninggal dunia

  • Surat keterangan mengenai hasil pemeriksaan jenazah (Visum et Repertum).
  • Fotocopy surat keterangan meninggal dunia dari Lurah atau kepolisian setempat.
  • Surat keterangan para saksi

Dalam Hal Peserta Hilang

  • Surat keterangan tentang kecelakaan dan penghentian pencarian dari pihak yang berwenang.
  • Surat pernyataan dari ahli waris akan mengembalikan santunan apabila Peserta diketemukan kembali dalam keadaan hidup

Dalam Hal Peserta Mengalami Cacat Tetap

  • Surat keterangan pemeriksaan (Visum) dari Dokter yang melakukan perawatan atau pengobatan
  • Surat keterangan para saksi

        4.kwitansi asli dari dokter, rumah sakit, laboratorium, apotik, dalam hal Tertanggung

           menjalani perawatan atau pengobatan.

        5.Dokumen lain yang relevan, wajar dan patut diminta oleh Pengelola sehubungan dengan

           penyelesaian klaim.

INFORMASI


Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut anda dapat menghubungi agen asuransi kami atau kantor operasional kami yang terdekat dengan tempat anda. 

 

 

Produk Asuransi ini terdaftar pada 


Copyrights © 2019 SyariahBumida. All Rights Reserved.