PRODUK ASURANSI SYARIAH
ASURANSI SYARIAH HARTA BENDA

Asuransi Syariah Harta Benda adalah produk asuransi yang ditujukan untuk memberi perlindungan dari risiko kerugian ataupun kerusakan pada harta benda aset usaha baik itu bangunan, perabotan, mesin-mesin maupun peralatan.    

 

JAMINAN ASURANSI


Kerusakan harta benda yang disebabkan oleh 

  • Kebakaran 
  • Petir 
  • Ledakan
  • Kejatuhan Pesawat Terbang 
  • Asap

jenis asuransi 

 

KONTRIBUSI ASURANSI 


Kontribusi dihitung dengan mengalikan nilai asuransi dengan tarif kontribusi asuransi yang sudah ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan okupasi atau penggunaan obyek asuransi .

 

KETENTUAN TEKNIS


Akad Asuransi Syariah 

Program Asuransi ini dilaksanakan berlandaskan pada prinsip-prinsip syariah, dengan mengimplementasikan akad-akad asuransi syariah sesuai dengan fatwa Dewan Syariah Nasional MUI dan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Berikut ini adalah akad asuransi yang dipergunakan :

  1. Akad Tabarru adalah akad diantara peserta asuransi yang berisi kesediaan untuk menghibahkan sejumlah dana (dana tabarru) sebagai dana tolong menolong apabila diantara peserta mengalami musibah yang dijamin oleh polis asuransi.
  2. Akad Wakalah bil Ujrah yaitu akad tijarah dimana peserta menguasakan pengelolaan asuransi kepada perusahaan asuransi syariah dengan memberikan imbalan (ujrah) kepada perusahaan atas jasanya melakukan pengelolaan asuransi tersebut.
  3. Akad Mudhorobah yaitu akad yang digunakan dalam pengelolaan investasi dana tabarru.

 

Obyek Asuransi

Obyek asuransi dapat berupa bangunan termasuk perabotan, peralatan, mesin-mesin maupun stok barang dagangan.

 

Nilai Asuransi 

Nilai asuransi adalah sesuai harga sebenarnya dari harta benda yang diasuransikan. 

 

Periode Asuransi 

Periode standar asuransi ini adalah 12 bulan. 

 

Risiko Sendiri 

Terdapat bagian klaim yang menjadi tanggungan peserta sendiri yang besarnya diatur dalam polis asuransi. Besarnya risiko sendiri ini tergantung dari jenis okupasi harta benda dan mempertimbangkan aspek teknis lainnya 

KLAIM ASURANSI 


Pelaporan Klaim

Bila terjadi suatu resiko yang menyebabkan klaim, segera melapor ke perusahaan asuransi secara tertulis dalam waktu 7 hari.

Dokumen Klaim

Beberapa dokumen pendukung yang diperlukan untuk pengajuan klaim dimaksud antara lain sbb :

  1. Formulir klaim
  2. Copy Polis
  3. Berita acara atau surat keterangan mengenai peristiwa kerugian tersebut dari kepala  kelurahan atau kepolisian
  4. Laporan rinci perihal penyebab kerugian
  5. Memberi keterangan dan bukti lain yang relevan

Survey Klaim

Perusahaan asuransi dapat mengirimkan petugas atau surveyor independent untuk melakukan survey sehubungan dengan kerusakan yang terjadi.

Pembayaran Klaim

Bila klaim sudah disetujui maka pembayaran akan dilakukan maksimal 30 hari kerja sejak nilai klaim disepakati 

 

INFORMASI


Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut anda dapat menghubungi agen asuransi kami atau kantor operasional kami yang terdekat dengan tempat anda. 

 


Produk Asuransi ini terdaftar pada 

  

Copyrights © 2019 SyariahBumida. All Rights Reserved.